SMA Taruna Nusantara (TN) di Magelang, Jawa Tengah, dikenal luas sebagai salah satu sekolah menengah semi-militer terbaik di Indonesia. Berdiri sejak tahun 1990, sekolah ini memiliki misi mencetak generasi muda yang berkarakter kuat, disiplin, dan berjiwa kepemimpinan tinggi.
Tak hanya unggul di bidang akademik, banyak lulusan SMA Taruna Nusantara yang berhasil meniti karier cemerlang di berbagai bidang, termasuk di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sejumlah alumninya bahkan berhasil mencapai pangkat perwira tinggi (Pati) dengan menyandang bintang di pundak mereka.
Berikut daftar tujuh jenderal TNI yang ternyata merupakan alumni SMA Taruna Nusantara:
1. Mayjen TNI Lucky Avianto
Lulusan angkatan pertama SMA Taruna Nusantara tahun 1993, Lucky Avianto melanjutkan pendidikan militernya di Akademi Militer (Akmil) dan lulus pada 1996 dengan predikat Adhi Makayasa. Ia berkarier di satuan elite Kopassus, dan pada awal 2025, resmi menyandang pangkat Mayor Jenderal (Mayjen) TNI. Saat ini, ia menjabat sebagai Perwira Staf Ahli Tk III Bidang Hubungan Internasional Panglima TNI.
2. Mayjen TNI Rudy Saladin
Rudy Saladin merupakan alumni angkatan kedua SMA Taruna Nusantara (lulus 1994). Pria kelahiran 17 September 1975 ini juga meraih Adhi Makayasa dan Tri Sakti Wiratama saat lulus dari Akmil tahun 1997. Ia pernah menjabat sebagai Ajudan Presiden Joko Widodo dan Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres). Kini, Rudy dipercaya menjadi Pangdam V/Brawijaya.
3. Mayjen TNI Achiruddin Darojat
Sama seperti Rudy, Achiruddin Darojat juga lulusan angkatan kedua SMA Taruna Nusantara. Lahir pada 15 November 1975, ia menamatkan pendidikan di Akmil 1997 dari kecabangan Infanteri (Kopassus). Sejak 27 Mei 2025, Achiruddin menjabat sebagai Pangdam IV/Diponegoro, menggantikan Mayjen TNI Deddy Suryadi. Sebelumnya, ia juga pernah dipercaya sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres).
4. Marsda TNI Mohammad Nurdin
Termasuk dalam angkatan pertama SMA Taruna Nusantara (1993), Mohammad Nurdin melanjutkan studi di Akademi Angkatan Udara (AAU) dan lulus tahun 1996. Ia merupakan penerbang tempur Skadron Udara 14 yang mencatat lebih dari 2.000 jam terbang dengan pesawat F-5 Tiger II. Kini, Nurdin menjabat sebagai Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU).