Kepala SMAN 1 Cimarga Dini Fitria yang diduga menampar salah satu siswa kelas XII, Indra Lutfiana Putra (17), karena merokok di lingkungan sekolah.
15 Oktober 2025 | 06.48 WIB
Murid SMPN 7 dan SMPN 2 Bandung menunjukkan stiker kampenye lingkungan sekolah bebas iklan dan penjual rokok di Bandung, Jawa Barat, 13 November 2015. Aksi yang bertema #TolakJadiTarget ini digelar serentak di 360 sekolah di lima kota di Indonesia. TEMPO/Prima Mulia
Perbesar
Murid SMPN 7 dan SMPN 2 Bandung menunjukkan stiker kampenye lingkungan sekolah bebas iklan dan penjual rokok di Bandung, Jawa Barat, 13 November 2015. Aksi yang bertema #TolakJadiTarget ini digelar serentak di 360 sekolah di lima kota di Indonesia. TEMPO/Prima Mulia
KEPALA Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Cimarga Kabupaten Lebak, Banten dinonaktifkan oleh pemerintah setempat. Kepala SMAN 1 Cimarga Dini Fitria dinonaktifkan buntut adanya dugaan tindakan kekerasan yang memicu ratusan siswa mogok mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) pada Senin, 13 Oktober kemarin.
"Kami berharap besok, Rabu (hari ini) semua siswa kembali melaksanakan KBM di sekolah," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Adang Abdurrahman saat meninjau SMAN 1 Cimarga Kabupaten Lebak, Selasa, 14 Oktober 2025.
Menurut dia, Dinas Pendidikan Banten memprioritaskan siswa di SMAN 1 Cimarga kembali mengikuti KBM secara normal, terlebih siswa kelas 12 menghadapi persiapan ujian untuk persyaratan masuk ke perguruan tinggi.
Adapun siswa mogok KBM karena memprotes tindakan Kepala Sekolah Dini Fitria yang diduga menampar salah satu siswa kelas XII, Indra Lutfiana Putra (17), karena kedapatan merokok di lingkungan sekolah.
Meski sempat tidak datang ke sekolah, kata Adang, siswa SMAN 1 Cimarga tetap mengikuti pembelajaran secara online. "Kami minta semua siswa kembali belajar dan untuk permasalahan kepala sekolah yang dinonaktifkan kini tengah dilakukan pemeriksaan," kata Adang menegaskan.
Salah seorang guru SMAN 1 Cimarga, Yuyun, mengatakan KBM secara daring dilakukan sejak Senin kemarin, dengan mata pelajaran sesuai jadwal.
Sementara itu, Ketua Komite Sekolah Kosim Ansori mengatakan mereka sudah melakukan koordinasi dengan orang tua siswa dan meminta anak-anaknya untuk kembali melakukan KBM di sekolah.
"Kita cukup prihatin dengan kondisi ini. Kami bersama Dindikbud Banten, orang tua siswa dan sekolah berusaha menyelesaikan permasalahan ini. Apalagi kepala sekolah sudah dinonaktifkan," katanya.